Berita  

Perjuangan Guru Tanpa Tanda Jasa Pertaruhkan Nyawa Demi Misi Pendidikan di Sulawesi Selatan

Perjuangan seorang guru dalam mendidik muridnya selama 14 Tahun

guru tanpa tanda jasa
Beritasatu.com

Dailynesia.coMembayangkan perjuangan seorang guru tanpa tanda jasa yang menghadapi tantangan demi mencapai sekolahnya adalah sebuah gambaran tentang dedikasi yang tak tergoyahkan.

Kisah Inspiratif Andi Hasbi Jaya, Guru Tanpa Tanda Jasa

Inilah kisah inspiratif Andi Hasbi Jaya, seorang pendidik di Sekolah Dasar Negeri 60 Bung, yang telah mempertaruhkan nyawanya selama 14 tahun demi memberikan pendidikan berkualitas di dataran tinggi Minasatene, Sulawesi Selatan.

Sejak ditempatkan sebagai guru pada tahun 2009, Andi Hasbi Jaya telah berhadapan dengan jalan yang sulit di wilayahnya. Meskipun awalnya jalannya mulus, namun setelah melewati 5 kilometer yang terjal, dibutuhkan keberanian ekstra untuk melanjutkan perjalanan.

Tanpa kendaraan, Andi terpaksa berjalan kaki melewati rute tersebut. Bahkan, kendaraan roda dua yang ia miliki harus ia titipkan di rumah warga sebelum ia memulai perjalanan kaki dari ujung aspal di kaki gunung. Hal ini merupakan tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya olehnya, seperti dilansir dari Beritasatu.com.

Baca juga: Gaji Perawat di Klinik Kecantikan, Penting Diketahui Rinciannya

guru tanpa tanda jasa
Beritasatu.com

Guru tanpa tanda jasa ini tidak hanya harus berjuang melawan rintangan fisik jalan yang berbatu dan terjal, tetapi juga menghadapi bahaya yang mengintai setiap langkahnya. Meskipun demikian, semangatnya untuk mencapai sekolah tidak pernah padam.

Selama tiga tahun terakhir, beberapa perubahan positif telah terjadi, termasuk pembuatan akses kendaraan roda dua yang lebih lebar oleh warga setempat. Meskipun tidak semua jalur telah diperbaiki, perjalanan yang dulunya memakan waktu 2-3 jam kini dapat dilalui dalam waktu kurang dari 1 jam dengan roda dua.

Meskipun tantangan masih ada, Andi tetap gigih dalam misinya. Mungkin beberapa jalur masih berbatu dan berbahaya, namun semangatnya untuk mencapai sekolah tidak pernah luntur. Andi bahkan mengenang masa lalu ketika ia harus berjalan kaki selama 3 jam melalui hutan untuk mencapai sekolah.

Baca juga: Polemik Eksploitasi Kebun Teh Kemuning Karanganyar, DPRD Akan Dampingi Masyarakat Peduli Lingkungan

Di Sekolah Dasar Negeri 60 Bung, Andi bertanggung jawab terhadap 50 siswa yang tersebar di tiga ruang belajar.

Kondisi sekolah yang minim dengan hanya satu ruang guru tanpa tanda jasa yang sudah tua dan rusak tidak mengurangi semangatnya. Baginya, pendidikan adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa, dan hal itu cukup untuk memotivasinya.

Kisah Andi adalah cerminan dari dedikasi seorang guru tanpa tanda jasa yang tak kenal lelah dalam membawa pendidikan ke wilayah terpencil.

Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan dan risiko, Andi tetap bertahan demi melanjutkan misinya. Semangatnya yang luar biasa adalah inspirasi bagi kita semua untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi rintangan, sebagai guru tanpa tanda jasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *