Berita  

Puluhan Ton Pepaya di Pasar Kramat Jati Terbuang Percuma, Imbas Harga Anjlok

Pedagan pepaya tidak mendapat untung bahkan nombok

Pepaya di pasar kramat jati
Ilustrasi pepaya. Pedagang pepaya di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur terpaksa membuang barang dagangan karena harga anjlok. (Unsplash.com/Debora Cardenas)

Dailynesia.co – Pedagang pepaya di Pasar Kramat Jati memilih membuang pepaya dagangannya imbas harga anjlok.

Tengah viral di media sosial puluhan ton pepaya dibuang percuma di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @fakta.jakarta, terlihat ratusan lebih buah pepaya dibiarkan tergeletak di depan kios.

Padahal buah yang dipercaya mampu mengatasi susah buang air besar tersebut masih layak untuk dikonsumsi.

Perekam video viral itu mengaku jika pepaya di Pasar Kramat Jati itu dibuang bukan tanpa alasan.

Ia menyebut jika harga pepaya anjlok dalam beberapa hari terakhir bahkan hingga tidak ada yang membeli.

“Hanya cuma dibuangin saja. Penjualan anjlok total,” terang si perekam video yang diunggah, Jumat 26 April 2024.

Demi laku di pasaran, pedagang pepaya Pasar Kramat Jati bahkan sampai menurunkan harga jual hingga 60 persen.

Baca juga: Keuntungan Menabung Di Bank dan Begini Tips Menabung  yang Bisa Dicoba

Pepaya di Pasar Kramat Jati Sempat Dijual Rp3 Ribu

pepaya di pasar kramat jati
Video mempelihatkan puluhan ton pepaya di Pasar Kramat Jati dibuang pedagang imbas harga anjlok. (Instagram.com/fakta.jakarta)

Dilansir dari Inews.com, salah satu pedagang Pasar Kramat Jati, Inas membenarkan video viral 10 ton pepaya dibuang itu.

Buah pepaya yang dijual sudah tidak laku sejak seminggu setelah lebaran.

Padalah menurut Inas pepaya hanya bertahan tiga hari pasca diturunkan dari truk pengangkut. Alhasil ia dan pedagang lainnya menurunkan harga jual.

Dari yang tadinya dijual seharga Rp8 ribu satu buah menjadi Rp3 ribu. Alhasil pedagang pun harus nombok dalam jumlah cukup besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *